PERAN ORANG TUA DALAM INSTITUSI KELUARGA

Laporan Penelitian
Judul:
Perubahan Peran Orang Tua dalam Institusi Keluarga: Sebuah Studi Kualitatif pada Persepsi Siswa

Penulis: Nabila anggita ramatdani 

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Institusi keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat mengalami dinamika dan transformasi seiring dengan perubahan sosial yang terjadi. Faktor-faktor seperti globalisasi, revolusi digital, tuntutan ekonomi dual-career, dan pergeseran nilai budaya telah mendorong redefinisi peran orang tua. Peran tradisional yang seringkali bersifat rigid dan gender-specific (ayah sebagai pencari nafkah, ibu sebagai pengasuh domestik) mulai bergeser menuju model yang lebih egaliter dan adaptif. Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana perubahan sosial makro ini direfleksikan dalam praktik sehari-hari dan dipersepsikan oleh generasi muda, dalam hal ini adalah siswa.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah penelitian ini adalah: "Bagaimana perubahan peran orang tua dalam institusi keluarga dipersepsikan oleh siswa?"

1.3 Tujuan Penelitian

Mengidentifikasi bentuk-bentuk perubahan peran orang tua berdasarkan persepsi tiga siswa.

Menganalisis faktor-faktor pendorong perubahan peran orang tua tersebut.

Memahami implikasi dari perubahan peran orang tua terhadap dinamika keluarga dari sudut pandang siswa.

2. Kajian Pustaka
2.1 Teori Perubahan Sosial
Perubahan sosial merujuk pada transformasi dalam struktur dan pola-pola sosial dalam masyarakat over time (Giddens, 2018). Teori fungsionalis melihat perubahan ini sebagai upaya adaptasi keluarga untuk menjaga kestabilan sosial, sementara teori konflik mungkin melihatnya sebagai bentuk perjuangan melawan struktur patriarki. Perubahan peran orang tua dapat dipahami sebagai respon terhadap tekanan eksternal (ekonomi, teknologi) dan internal (perubahan nilai, kesetaraan gender).

2.2 Peran Orang Tua dalam Keluarga: Dari Tradisional ke Kontemporer

Keluarga Tradisional: Ditandai dengan pembagian peran yang jelas. Ayah memegang peran instrumental (penghasil uang, pembuat keputusan utama), sedangkan Ibu memegang peran ekspresif (pengasuhan anak, urusan rumah tangga, penjaga keharmonisan emosional) (Parsons & Bales, 1955).

Keluarga Kontemporer: Terjadi role diffusion (difusi peran) di mana batas-batas peran menjadi kabur. Ayah semakin terlibat dalam pengasuhan anak dan pekerjaan domestik (involved fatherhood), sementara Ibu berkontribusi secara finansial (breadwinner mother). Konsep "intensive parenting" (orang tua yang sangat terlibat dalam semua aspek kehidupan anak) juga menjadi tren baru (Hays, 1996).

2.3 Faktor Pendoorong Perubahan

Faktor Ekonomi: Kenaikan biaya hidup mendorong kedua orang tua untuk bekerja.

Faktor Pendidikan dan Kesadaran Gender: Meningkatnya pemahaman tentang kesetaraan gender mendorong pembagian peran yang lebih adil.

Faktor Teknologi: Teknologi komunikasi memungkinkan orang tua bekerja dari rumah dan lebih fleksibel, sekaligus menciptakan tantangan baru dalam pengasuhan digital.

3. Metode Penelitian
3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi fenomenologi untuk memahami makna dan esensi dari pengalaman subjek penelitian mengenai peran orang tua mereka.

3.2 Sumber Data
Data primer diperoleh dari wawancara mendalam (in-depth interview) dengan tiga orang siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kriteria informan adalah siswa yang tinggal dengan kedua orang tua dan bersedia berbagi pengalaman.

3.3 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan panduan wawancara yang mencakup pertanyaan tentang: (1) Deskripsi kegiatan ayah dan ibu di rumah; (2) Pembagian tugas domestik; (3) Pola pengambilan keputusan; (4) Peran dalam pendampingan akademik dan pengasuhan; (5) Persepsi tentang perbedaan peran orang tua mereka dengan kakek/nenek mereka.

3.4 Teknik Analisis Data
Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dari Braun & Clarke (2006), yang meliputi tahap: (1) familiarisasi dengan data; (2) generating initial codes; (3) mencari tema; (4) meninjau tema; (5) mendefinisikan dan memberi nama tema; (6) menghasilkan laporan.

4. Hasil Penelitian dan Pembahasan
(Bagian ini adalah ilustrasi. Anda HARUS menggantinya dengan analisis transkrip wawancara Anda yang sebenarnya.)

4.1 Deskripsi Informan

Informan A (Laki-laki, 16 tahun): Kedua orang tua bekerja full-time.

Informan B (Perempuan, 15 tahun): Ayah bekerja, Ibu bekerja paruh waktu.

Informan C (Laki-laki, 17 tahun): Ayah bekerja, Ibu sebagai ibu rumah tangga.

4.2 Temuan Tematik
Berdasarkan analisis transkrip wawancara, muncul tiga tema utama:

Pergeseran Menuju Model Pengasuhan Kooperatif
Ketiga informan menggambarkan bahwa ayah mereka lebih terlibat dalam pekerjaan domestik dan pengasuhan dibandingkan dengan gambaran ayah dari generasi sebelumnya. [Kutipan dari wawancara, misal: "Aku sering lihat Ayah masak di akhir pekan dan bantu aku mengerjakan PR matematika, kata Ibu dulu Kakek hampir tidak pernah masuk dapur."] Hal ini sejalan dengan teori involved fatherhood yang menunjukkan erosi dari peran instrumental-ekspresif yang kaku.

Ibu sebagai "Manajer Keluarga" dan Kontributor Finansial
Meskipun peran ibu dalam pengasuhan tetap dominan, terdapat penambahan peran sebagai manajer yang mengatur jadwal keluarga dan, dalam beberapa kasus, sebagai pencari nafkah tambahan. [Kutipan dari wawancara, misal: "Ibu yang ngatur semuanya, dari bayar les sampai janji dokter. Tapi Ibu juga jualan online buat nambah uang belanja."] Fenomena ini mencerminkan beban ganda (double burden) yang masih ditanggung perempuan, namun juga menunjukkan agensi dan kontribusi finansial mereka yang semakin diakui.

Teknologi sebagai Mediator dan Disruptor dalam Pengasuhan
Orang tua menggunakan teknologi untuk memantau dan berkomunikasi dengan anak (melalui WhatsApp grup keluarga, aplikasi pelacak). Namun, teknologi juga menjadi sumber konflik mengenai screen time dan akses konten. [Kutipan dari wawancara, misal: "Orang tuaku batasin main HP cuma 2 jam. Tapi mereka sendiri juga sibuk sama HP-nya buat kerja."] Ini menunjukkan bagaimana perubahan sosial berupa revolusi digital mempengaruhi pola pengasuhan.

4.3 Pembahasan
Temuan penelitian ini memperkuat teori perubahan sosial yang menyatakan bahwa keluarga adalah institusi yang adaptif. Pergeseran peran yang dipersepsikan oleh siswa ini merupakan respons terhadap tuntutan zaman. Model keluarga tidak lagi tunggal, tetapi memiliki variasi. Faktor ekonomi mendorong ibu untuk bekerja, sementara kesadaran gender yang baru mendorong ayah untuk lebih terlibat di rumah. Namun, temuan tentang beban ganda ibu menunjukkan bahwa perubahan menuju kesetaraan penuh belum sepenuhnya tercapai. Peran orang tua modern adalah peran yang kompleks, dinamis, dan terus bernegosiasi antara nilai tradisional dan tuntutan kontemporer.

5. Penutup
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian terhadap tiga siswa, dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan signifikan dalam peran orang tua dalam institusi keluarga. Perubahan ini ditandai dengan: (1) meningkatnya keterlibatan ayah dalam domain domestik dan pengasuhan, (2) menguatnya peran ibu sebagai manajer keluarga dan kontributor finansial, dan (3) integrasi teknologi yang menciptakan dinamika baru dalam hubungan orang tua-anak. Perubahan ini merepresentasikan pergeseran dari model tradisional yang kaku menuju model yang lebih fleksibel dan kooperatif.

5.2 Saran

Bagi Orang Tua: Perlunya komunikasi yang terbuka antara suami dan istri untuk mendistribusikan peran dan tanggung jawab secara adil, mengurangi beban ganda pada ibu.

Bagi Institusi Pendidikan: Sekolah dapat menyelenggarakan seminar atau parenting class yang membahas tantangan pengasuhan di era digital dan pentingnya peran ayah.

Bagi Penelitian Selanjutnya: Penelitian lanjutan dengan cakupan sampel yang lebih luas dan melibatkan perspektif langsung dari orang tua diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.

6. Daftar Pustaka
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101.

Giddens, A. (2018). Sociology (11th ed.). Polity Press.

Hays, S. (1996). The Cultural Contradictions of Motherhood. Yale University Press.

Parsons, T., & Bales, R. F. (1955). Family, Socialization and Interaction Process. Routledge.


Postingan populer dari blog ini

"Prediksi Perubahan Sosial di Era Digital dan Globalisasi"

PERTANIAN SEBAGAI PILAR PEMBANGUNAN MASYARAKAT PATI